Rabu, 26 Januari 2011

Melukis Irisan Antara Bidang dan Bangun Ruang dengan Menggunakan Sumbu Afinitas

Sumbu afinitas adalah garis potong antara bidang irisan dengan alas bangun ruang yang diirisnya.
Aksioma yang diperlukan dalam melukis bidang irisan:
1. Dua titik menentukan garis.
2. Garis dapat diperpanjang pada kedua ujungnya.
3. Bidang dapat diperluas.


Langkah - Langkah dalam melukis :
1. Pilih 2 titik pada bidang irisan yang terletak sebidang pada bangun ruang.
2. Lukislah garis yang melalui 2 titik tersebut
3. Perpanjangan garis - garis pada alas bangun ruang sehingga memotong garis pada langka2
4. Hubungkan 2 titik tersebut pada bidang alas bangun ruang. Garis yang diperoleh adalh sumbu afinitas

Untuk lebih memahami akan Sumbu afinitas adalah garis potong antara bidang irisan dengan alas bangun ruang yang diirisnya
Silahkan Download filenya Disini

Semoga Bermanfaat bagi kawan - kawan ya. Tetap semngat dalam menjalani hari.


Selengkapnya...

Sir Isaac Newton


Isaac Newton dikenal sebagai salah seorang ilmuwan terbesar sepanjang masa. Yang tidak begitu diketahui orang adalah imannya yang sangat teguh kepada Allah dan keyakinannya bahwa penelitian ilmiah membawa orang kepada pengenalan yang lebih dalam tentang Allah, Pencipta jagat raya ini

Perjuangan Masa Muda

Isaac Newton lahir di Woolthorpe, Lincolnshire, Inggris, pada Natal tahun 1642. Pada malam yang dingin itu, bayi yang lahir prematur itu tampaknya tidak mungkin bertahan hidup. Namun, perlahan-lahan dia bertambah besar dan kuat. Tapi tahun-tahun pertama hidupnya merupakan perjuangan yang sulit. Dua minggu sebelum Isaac lahir ibunya menjadi janda. Meskipun dibantu neneknya, ibunya tetap kesulitan merawat Isaac karena sang ibu juga harus mengurus ladang dan peternakan mereka, sementara Perang Saudara masih berkecamuk di Inggris waktu itu.
Beberapa tahun kemudian, ibunya menikah dengan seorang pendeta dari Desa North Witham, tidak jauh dari tempat tinggal mereka, tapi Isaac tetap tinggal di Woolthorpe dengan neneknya. Dia sering mengunjungi ibunya dan dengan lahap membaca buku-buku dari perpustakaan ayah tirinya, selain membaca Alkitab secara teratur.



Isaac kemudian bersekolah di King's College di Grantham, tidak jauh dari tempat tinggalnya. Ia anak yang rajin dan suka belajar. Ketimbang bermain-main seperti anak laki-laki lainnya, ia lebih suka membuat model-model kincir angin atau kereta. Bukan hanya ukuran mainan itu proporsional, bahkan semua komponennya juga bisa berfungsi.

Untuk kedua kalinya ibunya menjadi janda tatkala Isaac berumur 14 tahun. Isaac berhenti sekolah karena ia harus bekerja di ladang dan di peternakan untuk menghidupi ibunya dan ketiga adik tirinya yang lebih muda dari dia. Tentu Isaac sangat kehilangan sekolahnya dan ibunya menyadari itu. Ketika King's College bersedia membebaskan biaya sekolah Isaac karena kepandaian dan keadaan keluarganya yang miskin, Isaac kembali sekolah sampai selesai. Semua guru dan temannya mengagumi pengetahuan Isaac tentang Alkitab.

Kemudian Isaac melanjutkan pendidikannya ke Trinity College di Universitas Cambridge dengan niat menjadi pendeta gereja Inggris. Lagi-lagi, ia mengalami kesulitan hidup. Untuk membiayai sekolahnya, ia terpaksa melakoni berbagai pekerjaan hingga berjam-jam setiap hari, termasuk bekerja untuk profesornya. Pengetahuan Isaac tentang Alkitab tetap mengesankan orang-orang di sekitarnya.

Metode Eksperimen

Pada masa itu gagasan para cendekiawan Yunani masih menguasai apa yang diajarkan dalam bidang ilmu sehingga temuan ilmiah mutakhir sebagian besar diabaikan. Ini sangat menjengkelkan Isaac yang sangat yakin bahwa gagasan dalam bidang ilmu harus diuji dan baru diterima jika kegunaannya dapat dibuktikan. Dia sepenuhnya mendukung metode eksperimen dalam ilmu.

Isaac lulus tahun 1665, tak lama sebelum wabah pes yang dikenal sebagai Black Death melanda London. Semua universitas ditutup selama wabah merajalela. Isaac kembali ke peternakan keluarganya yang sekarang diurus oleh adiknya. Di situ, Isaac melanjutkan studi dan penelitiannya mengenai teorema binomial, cahaya, teleskop, kalkulus, dan teologi. Dia juga menyelidiki gaya berat bumi setelah, kata orang, melihat buah apel jatuh dari pohon di kebunnya. Tapi dia baru bisa memecahkan teka-teki ini beberapa tahun kemudian. (Beberapa pakar mempertanyakan kebenaran cerita "buah apel" tersebut.)

Revolusi dalam Matematika

Newton menerapkan teorema binomialnya pada deret tak hingga dan dari situ mengembangkan kalkulus, bentuk matematika baru yang revolusioner. Dengan kalkulus ini, untuk pertama kalinya orang bisa menghitung dengan cermat luas bidang di dalam suatu ruang berisi lengkung, dan menghitung laju perubahan suatu kuantitas fisik terhadap kuantitas fisik lainnya.

Sistem matematika serupa juga dikembangkan oleh ahli matematika Jerman, Gottfried Leibniz. Ini menyebabkan timbulnya perdebatan tentang siapa yang lebih dulu menemukan sistem tersebut. Kedua belah pihak saling menuduh telah mencuri hasil kerja pihak lain. Perdebatan itu berlangsung cukup lama dan itu merupakan masa yang penuh tekanan baik bagi Newton maupun Leibniz. Baru beberapa tahun kemudian disepakati bahwa keduanya mengembangkan kalkulus sendiri-sendiri pada waktu yang hampir bersamaan. Tidak ada yang berlaku curang.
Selengkapnya...

Andre Marie Ampere


Ampere yang Anda kenal sebagai satuan ukuran arus listrik merupakan nama yang diambil dari ahli fisika dan matematika yang terkenal yaitu Andre Marie Ampere atau biasa dipanggil dengan nama Ampere saja. Beliau lahir tanggal 20 Januari 1775 di Lyon, Perancis. Kemudian meninggal dunia pada usia 61 tahun yaitu tanggal 10 Juni 1836 di Marseille, Perancis, dan pada batu nisannya terdapat tulisan yaitu "Tandem felix" yang artinya "Akhirnya bahagia". Tulisan tersebut sangat tepat untuknya mengingat hampir seluruh hidup beliau yang selalu menderita batin

Semula kesedihan itu berawal pada tahun 1793 atau tepatnya ketika beliau berusia 18 tahun. Pada saat itu pertempuran di kota Lyon sedang terjadi di mana pendukung raja berperang melawan pendukung republik. Dan kekalahan dialami oleh pendukung raja. Pada kejadian itu ayah Ampere ditangkap dan kepalanya dipenggal dengan pisau gilotin. Penderitaannya baru hilang ketika dia menikah pada usia 24 tahun yang kemudian dikaruniai seorang anak laki-laki. Hari-hari yang dilaluinya saat itu sangat menyenangkan dan indah. Tetapi tampaknya kesedihan masih menghantui Ampere. Hal itu dapat terbukti dengan kematian istrinya 4 tahun kemudian sejak anaknya lahir. Kesedihan kali ini adalah penderitaan terbesar bagi hidup Ampere dan menjadikan dirinya sebagai orang yang murung dan hampir tidak memunyai semangat hidup lagi. Untunglah pada saat beliau berada dalam kondisi yang lemah itu, datang seorang ahli musik Perancis yang sangat terkenal yaitu Lalande yang dapat memberikan kehidupan baru baginya.

Dikatakan sebagai bapak elektrodinamika karena selain sebagai guru besar fisika, kimia, dan matematika, beliau juga telah menemukan elektromagnet atau magnet listrik, hukum elektromagnet atau disebut juga hukum Ampere dan jarum astatik. Semasa hidupnya, beliau juga pernah bergabung menjadi anggota pada Akademi Sain pada tahun 1814, menjadi pemikir dan pernah mengarang buku dalam bahasa Perancis, di antaranya "Bunga Rampai Pengamatan Elektrodinamika" yang diterbitkan pada tahun 1822 dan "Teon Fenomen Elektrodinamika" pada tahun 1826.

Pada mulanya Ampere membuat alat untuk mengukur arus listrik dan dikembangkan menjadi sebuah galvanometer. Kemudian dia menganjurkan telegraf elektromagnet sebanyak 26 kabel dan komutator (saklar putar). Pada akhirnya saran tersebut diterima dan komutator mulai digunakan pertama kalinya pada generator listrik Pixii tahun 1832. Pada hari-hari terakhir usianya, beliau memberikan sumbangan pada ilmu pengetahuan dalam bidang statistik, kimia, mekanika, kristalografi, dan optika.
Selengkapnya...